You are currently browsing imeldalie's articles.
Kali ini giliran Disney Live yang datang ke Jakarta, setelah Mei lalu Disney on Ice sudah lebih dulu datang. Disney Live dengan tema Three Classic Fairy Tales ini diselenggarakan dari tanggal 3-12 Oktober 2008 dengan promotor Sentra Enterprise. Tampil dengan format Live On Stage selama kurang lebih 1 1/2 jam, menceritakan 3 kisah dongeng yang sudah sangat terkenal: Beauty & The Beast, Cinderella dan Snow White.
Dengan Mickey, Minnie, Donald, dan Goofy sebagai story teller nya Disney Live diawali dengan cerita Snow White yang sedang berdiri di pinggir wishing well sambil bernyanyi, disambung dengan Cinderella dan ditutup oleh cerita Beauty and the Beast.
Bagi yang sudah menonton film animasinya, adegan-adegan yang dimainkan di sini mungkin sudah tidak asing lagi. Baik dari tokoh-tokoh pendukungnya seperti 7 dwarfs, ibu dan saudara tiri Cinderella, sampai Gaston di Beauty and the Beast. Lagu-lagu yang dinyanyikan juga sama persis seperti yang ada di dalam film animasinya.
Seperti halnya acara-acara Disney yang lain, acara kali ini pun dipadati oleh pengunjung yang sebagian besar adalah orang tua yang membawa anak-anaknya untuk menyaksikan para Princess ini. Antrian untuk masuk ke dalam Istora Senayan sudah terlihat panjang meskipun acara masih lama dimulainya. Tetapi pengaturan antriannya rapi dan baik. Ga ada yang desak-desakan atau dorong-dorongan kok
Dengan background panggung yang apik dan kostum pemain yang indah, tidak rugi untuk menonton Disney Live, meskipun tiketnya termasuk mahal dan meskipun menurut saya lebih bagus Disney on Ice daripada Disney Live ini
Sayang ga ada foto yang bisa di share di sini. Soalnya dilarang membawa kamera ke dalam Istora ^^
Begitu banyak pengalaman yang bisa dialami oleh tiap orang, dan setiap orang pasti mengalami kali pertama untuk tiap kejadian. Entah itu pertama kalinya berjalan, bicara, atau pertama kali ditampol orang (yang ini sih semoga ga ngalamin ;p) Nah hari ini, saya juga punya pengalaman pertama. Hari ini akhirnya setelah berkali-kali liat orang lain mengalami, saya juga kebagian jatah. Saya ngalamin naik di dalam mobil yang diderek! Mungkin terkesan berlebihan (hehehe ;p) tapi buat saya emang lumayan lucu sih…
Jadi entah kenapa mesin mobil hari ini lagi ngadat. Lagi macet-macet di jalan tol dalam kota, tau-tau mesinnya mati. Sama pak sopir dicoba nyalain lagi, akhirnya nyala. Jalan sebentar, eh dia mati lagi. Kali ini mau distarter berkali-kali tetep ga nyala. Uda lumayan panik juga soalnya masih di tengah jalan tol kan. Untungnya posisi mobil memang ada di sebelah kiri jalan, jadi ga menghalangi mobil-mobil lainnya. Setelah beberapa saat coba dioprek-oprek mesinnya sama pak sopir (saya ga tau deh dioprek apanya.. soal mesin mobil mah nyerah deh) masih ga bisa nyala juga..
Nah tiba-tiba entah dateng dari mana, ada montir yang menolong pak sopir. Setelah beberapa saat dioprek berduaan mesin mobilnya masih ga bisa nyala juga. Karena kaca depan tertutup oleh kap mesin, otomatis saya tidak bisa melihat yang terjadi. Selang beberapa saat datang mobil derek. XD
Akhirnya supaya tidak mengganggu jalan, mobilnya di derek keluar jalan tol dan menuju pom bensin terdekat (kata si montir, bensinnya ga naik, entah apapun artinya itu). Dan sesampainya di pom bensin, tidak lama kemudian mesin mobil bisa hidup lagi (thank God, soalnya dah cape banget dan laper ;p)
Beberapa fakta baru yang saya dapat hari ini soal derek menderek:
- mobil dereknya datengnya cepet ya ;p
- pas di dalam mobil saat diderek, jalannya ndut ndutan
- meskipun ada tulisan di bagian samping mobil dereknya “derek gratis jalan tol sampai keluar tol terdekat”, tapi ternyata saya tetap harus membayar biaya dereknya ;p
Iseng-iseng pas nunggu mobilnya dibenerin, saya foto mobil dereknya ^^
Congrats to all my friends on Paramabira! Keep up the good work
This news is taken from Kompas Online
Binus Juara Festival Paduan Suara di Spanyol
Kamis, 24/7/2008 | 19:04 WIB
LONDON, KAMIS–Paduan suara mahasiswa Paramabira dari Bina Nusantara Jakarta, meraih juara dua pada Festival Internasional Paduan suara dan Musik 26th Festival Internacional De Musica de Cantonigros, yang diadakan di Cantonigros, Barcelona, Spanyol.
PS Paramabira yang dikomandoi konduktor Rainier Revierino dan beranggotakan 41 orang itu, menyabet medali pada kategori campuran (mixed choir), membawakan lagu wajib berjudul La Sardana D`Labril dan lagu pilihan Beati Quorum Via dan Jubilate Deo.
Jurubicara KBRI Spanyol, Allen Simarmata, kepada koresponden Antara London, Kamis, mengatakan, selain merebut juara dua “mixed choir”, PS Paramabira juga meraih juara ketiga kategori “folk song” dengan membawakan lagu tradisional dari Flores Timur Bau Leko dan Yamko Rambe Yamko dari Papua
“Lagu tradisonal daerah Indonesia ini dibawakan dengan aransemen khusus dan variasi gerak tari, tanpa iringan perkusi,” ujarnya.
Juara pertama untuk katagori mixed choir diraih “Coro Vocal Leo” paduan suara dari L`Havana, sedangkan juara ketiga diraih PS Philippine Normal University Manila.
Festival Paduan suara Internasional yang diikuti 30 negara tersebut memperlombakan lima kategori yaitu paduan suara campuran (mixed choir), paduan suara anak-anak (children choir), paduan suara wanita (female choir), “folk song” dan “folk dance”.
Di nomor “folk song” juara pertama diraih PS Philippine Normal University Manila, sedangkan juara kedua diraih oleh Coro Vocal Leo (L`Havana).
Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Slamet S. Mustafa, menyampaikan penghargaan atas prestasi yang diraih PS Paramabira.
Dalam acara penutupan yang dihadiri 3000 penonton, PS Paramabira mendapat kesempatan tampil kembali dengan melantumkan lagu gubahan putera Indonesia, Sanctus karya Ivan Yohan, Bauleko lagu daerah Flores Timur gubahan Rainer Revireino dan Yamko Rambe Yamko dari Papua. gubahan Agustinus Bambang Jusana.
Menurut Allen Simarmata, penampilan PS Parambaira penuh pesona sewaktu membawakan lagu Yamko Rambe Yamko, bahkan Presiden Penyelenggara Festival, Joseph Busquet yang duduk di tribun kehormatan mendampingi Duta Besar RI menyampaikan pujiannya.
Sejak digelarnya festival paduan suara dan musik Cantonigros tahun 1983, Indonesia baru tiga kali turut serta yaitu pada 2004 diikuti PS Universitas Pajajaran Bandung yang meraih juara dua untuk kategori “mixed choir” dan tahun lalu yang diikuti PS STIE Perbanas Jakarta meraih juara harapan satu kategori “mixed choir” dan juara tiga kategori “folk song”. (ANT)
another good story
He met her at a party. She was so beautiful, many guys were chasing after her, while he was so plain and simple, nobody paid attention to him.
At the end of the party, he invited her to have coffee with him, she was surprised, but to be polite, she consented. They went to a nice coffee shop, he was too nervous to say anything, She felt uncomfortable, she thought, please, let me go home…. suddenly he asked the waiter.
“Would you please give me some salt? I’d like to put it in my coffee.”
Everybody stared at him, How strange! His face turned red, but still, he put the salt in his coffee and drank it.
She asked him curiously; why you have salt in your coffee? He replied: “when I was a little boy, I lived near the sea, I like playing in the sea, I could feel the taste of the sea, just like the taste of the salty coffee. Now every time I have the salty coffee, I always think of my childhood, think of my hometown, I miss my hometown so much, I miss my parents who still live there”. While saying that tears filled his eyes. She was deeply touched.
That’s his true feelings, from the bottom of his heart. A man who can share his homesickness, he must be a man who loves home, cares about home, has ties to his home.
Then she also started to speak, spoke about her faraway hometown, her childhood, her family. That was a really nice talk, also a beautiful beginning of their story.
They continued to date. She found that he was actually a man who meets all her demands; he had tolerance, was kind hearted, warm, careful. He was such a good person but she almost missed knowing him! Thanks to his salty coffee!
The story ended just like every beautiful love story , the princess married the prince, then they lived happily ever after… And, every time she made coffee for him, she put some salt in it, as she knew that’s the way he liked it.
After 40 years, he passed away, left her a letter which said: “My dearest, please forgive me, I have been lying my whole life. This was the only lie I told you—the salty coffee. Remember the first time we dated? I was so nervous at that time, actually I wanted some sugar, but I said salt. It was hard for me to change it, so I just went ahead. I never thought that could be the start of our conversation! I tried to tell you the truth many times in my life, but I was too afraid to do that, as I have promised not to lie to you about anything. Now I’m dying, I’m afraid of nothing so I can tell you the truth: I don’t like the salty coffee, what a strange bad taste.. But I have had the salty coffee for my whole life! Since I met you, I don’t ever feel sorry for everything I did for you. ” Having you with me is the biggest thrill of my whole life. If I can live a second time around, I would still want to know you and have you for the rest of my life, even though I have to drink the salty coffee again”.
Her tears made the letter totally wet. One day, someone asked her: how did the salty coffee taste? It was very sweet, she replied.
Love is not to forget but to forgive, not to see but to understand, not to hear but to listen, not to let go but to HOLD ON !!!!
Don’t ever leave the one you love for the one you like, because the one you like will leave you for the one they love. Forget the things that make you sad… Remember the things that make you glad…
another good story from unknown
——————————————————————-
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.
Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu diatas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas”.
Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku.
Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil, “Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu”.
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan”.
Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?”.
..~Benang yang Ruwet~..
Ia menjawab, “Aku sedang menyulam kehidupanmu”.
Dan aku membantah, “Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”.
Kemudian Bapa menjawab, “Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu”.






My Recent Comments