You are currently browsing the daily archive for March 18th, 2008.

Next week rencana pergi ke Kalimantan… Cm masih lom tau sih ke Kalimantan mana… Ktnya sih nama daerahnya “Manismata”… Ada yg tau???

Hehehehe… Diajak ama orang ITnya PT Cargill… Sebenernya ga perlu sih pergi ksana… Tp yah gpp lah… Itung itung jalan jalan sekalian pengen tau ksana… ^^

Nti foto2nya di upload deh klo inget foto itu juga…

di-quote dari tulisan Arfi Bambani Amri – detikcom

Jangan coba-coba meninggal dunia di Gedung Parlemen Inggris, bisa dipidana. Aneh ya? Bagaimana cara mempidana orang meninggal? Jelas hukum satu ini terpilih paling konyol berdasarkan survei di Inggris.

Hukum aneh tapi nyata lainnya adalah izin bagi perempuan hamil untuk kencing di topi polisi. Juga izin membunuh orang Skotlandia yang membawa busur dan anak panah di dalam tembok kota York, Inggris. Hah?!

Di Liverpool, hanya pegawai toko ikan yang boleh bertelanjang dada. Aturan ini konyol, setidaknya bagi 3.931 orang yang ikut survei stasiun televisi UKTV Gold Selasa 6 November lalu.

Aturan-aturan konyol ini disisihkan dari legislasi yang tak pernah dibatalkan, meski sudah lapuk dimakan zaman. Seperti dilansir AFP, Rabu (7/11/2007), berikut daftar 10 hukum terkonyol di Inggris itu:
1. Dilarang mati di Gedung Parlemen (27 persen)
2. Makar jika memasang perangko yang menggambarkan kerajaan Inggris secara terbalik (7 persen)
3. Di Liverpool, terlarang bagi wanita untuk bertelanjang dada kecuali sebagai penjaga toko ikan (6 persen)
4. Pai berisi manisan buah-buahan dilarang dimakan di Hari Natal (5 persen)
5. Di Skotlandia, jika seseorang mengetuk pintu Anda dan menumpang ke toilet, Anda harus membiarkan (4 persen)
6. Seorang wanita hamil dibolehkan secara hukum kencing di mana saja, termasuk di topi polisi (4 persen)
7. Kepala paus mati yang ditemukan di sepanjang pantai Inggris otomatis akan menjadi milik raja dan ekornya milik ratu (3,5 persen)
8. Dilarang mencegah mengatakan kepada petugas pajak apapun yang Anda tidak ingin dia tahu, namun dibolehkan untuk tidak mengatakan kepada dia informasi apapun yang Anda tidak keberatan (Bingung kan? Makanya dipilih oleh 3 persen peserta)
9. Dilarang memasuki Gedung Parlemen dengan memakai pakaian perang (3 persen)
10. Di kota York, dibolehkan membunuh orang Skotlandia yang membawa busur dan anak panah di dalam tembok kota lama.

What would you do? You make the choice. Don’t look for a punch line, there isn’t one. Read it anyway. My question is: Would you have made the same choice?

At a fund raising dinner for a school that serves learning-disabled children, the father of one of the students delivered a speech that would never be forgotten by all who attended. After extolling the school and its dedicated staff, he offered a question: “When not interfered with by outside influences, everything nature does is done with perfection. Yet my son, Shay, cannot learn things as other children do. He cannot understand things as other children do. Where is the natural order of things in my son?”

The audience was stilled by the query.

The father continued. “I believe that when a child like Shay, physically and mentally handicapped comes into the world, an opportunity to realize true human nature presents itself, and it comes in the way other people treat that child.”

Then he told the following story:

Shay and his father had walked past a park where some boys Shay knew were playing baseball. Shay asked, “Do you think they’ll let me play?” Shay’s father knew that most of the boys would not want someone like Shay on their team, but the father also understood that if his son were allowed to play, it would give him a much-needed sense of belonging and some confidence to be accepted by others in spite of his handicaps…

Shay’s father approached one of the boys on the field and asked (not expecting much) if Shay could play. The boy looked around for guidance and said, “We’re losing by six runs and the game is in the eighth inning. I guess he can be on our team and we’ll try to put him in to bat in the ninth inning.”

Shay struggled over to the team’s bench and, with a broad smile, put on a team shirt. His Father watched with a small tear in his eye and warmth in his heart. The boys saw the father’s joy at his son being accepted. In the bottom of the eighth inning, Shay’s team scored a few runs but was still behind by three. In the top of the ninth inning, Shay put on a glove and played in the right field. Even though no hits came his way, he was obviously ecstatic just to be in the game and on the field, grinning from ear to ear as his father waved to him from the stands. In the bottom of the ninth inning, Shay’s team scored again. Now, with two outs and the bases loaded, the potential winning run was on base and Shay was scheduled to be next at bat.

At this juncture, do they let Shay bat and give away their chance to win the game? Surprisingly, Shay was given the bat. Everyone knew that a hit was all but impossible because Shay didn’t even know how to hold the bat properly, much less connect with the ball.

However, as Shay stepped up to the plate, the pitcher, recognizing that the other team was putting winning aside for this moment in Shay’s life, moved in a few steps to lob the ball in softly so Shay could at least make contact. The first pitch came and Shay swung clumsily and missed. The pitcher again took a few steps forward to toss the ball softly towards Shay. As the pitch came in, Shay swung at the ball and hit a slow ground ball right back to the pitcher.

The game would now be over. The pitcher picked up the soft grounder and could have easily thrown the ball to the first baseman. Shay would have been out and that would have been the end of the game.

Instead, the pitcher threw the ball right over the first baseman’s head, out of reach of all team mates. Everyone from the stands and both teams started yelling, “Shay, run to first! Run to first!” Never in his life had Shay ever run that far, but he made it to first base. He scampered down the baseline, wide-eyed and startled.

Everyone yelled, “Run to second, run to second!” Catching his breath, Shay awkwardly ran towards second, gleaming and struggling to make it to the base. By the time Shay rounded towards second base, the right fielder had the ball … the smallest guy on their team who now had his first chance to be the hero for his team. He could have thrown the ball to the second-baseman for the tag, but he understood the pitcher’s intentions so he, too, intentionally threw th e ball high and far over the third-baseman’s head. Shay ran toward third base deliriously as the runners ahead of him circled the bases toward home. All were screaming, “Shay, Shay, Shay, all the Way Shay”. Shay reached third base because the opposing shortstop ran to help him b y turning him in the direction of third base, and shouted, “Run to third! Shay, run to third!”
As Shay rounded third, the boys from both teams, and the spectators, were on their feet screaming, “Shay, run home! Run home!” Shay ran to home, stepped on the plate, and was cheered as the hero who hit the grand slam and won the game for his team.

“That day”, said the father softly with tears now rolling down his face, “the boys from both teams helped bring a piece of true love and humanity into this world”.

Shay didn’t make it to another summer. He died that winter, having never forgotten being the hero and making his father so happy, and coming home and seeing his Mother tearfully embrace her little hero of the day!


Disney On Ice hadir kembali di Jakarta, menampilkan Mickey and Minnie’s Amazing Journey, membawa kita dalam paket pertunjukan dengan menampilkan 5 cerita Disney yang menarik dengan teman-teman favorit khas Disney. Penonton akan dibawa ke dunia Disney yaitu The Lion King, Lilo & Stitch, The Little Mermaid, 101 Dalmatians dan Peter Pan. Pertunjukan ini akan diusung dengan aransemen musik dan tata lampu terbaik, dan yang paling terpenting Mickey dan Minnie akan menjadi pemandu kita dalam perjalanan yang sangat menarik dan penuh kejutan, termasuk penampilan dari Tinker Bell.

Dalam setiap ceritanya kita akan dibawa ke tempat-tempat baru yang unik di belahan dunia ini seperti lansekap kota London, pulau tropik yang sangat berwarna, kerajaan bawah laut dan Afrika yang eksotik. Peter Pan akan mengajak kita melihat aksi the Peter Pan’s Lost Boys, dan menari hula bersama Lilo and Stitch, juga tak lupa “Hakuna Matata” dari Simba dan teman-temannya dan juga aksi Sebastian yang khas dari The Little Mermaid.

” Ini merupakan show yang luar biasa, sebuah perjalanan melalui suatu imaginasi yang unik dan sebuah liburan keluarga jadi satu dalam satu malam pertunjukan,” menurut Kenneth Feld sebagai Produser. ” Anda akan merasakan seperti sedang berjalan-jalan bersama Mickey, Minnie dan teman-temannya. Dan juga, tanpa harus meninggalkan kursi anda, ada seperti pergi ke London, dibawa ke bawah lautan, mengikuti tur safari, dan menikmati Hawaiian Luau,”.

Pertunjukan Disney On Ice – Mickey & Minnie Amazing Journey menampilkan para juara Ice Skating kelas dunia, koregraphy yang menarik dan kumpulan lagu-lagu hits yang sangat layak untuk dinikmati. Hal ini membawa kita merasakan sensasi seperti gambar-gambar dalam kartu pos ke dalam arena pertunjukan.

“Show ini bukan hanya perjalanan ke tempat-tempat Disney, ini merupakan perjalanan sebuah emosi jiwa,” kata Jerry Bilik sebagai sutradara. “Dari terbang tinggi, pertualangan Peter Pan sampai uniknya sebastian, ke kehangatan 101 Dalmatian puppies ke kemegahan Simba dalam perannya sebagai raja hutan, penonton akan merasakan kejenakaan, persahabatan dan masih banyak lagi.”

Setiap tempat yang dikunjungi mempunyai ciri khas masing-masing dalam tata lampu yang diciptakan oleh Patrick Dierson. Suasana berkabut di London dapat dilihat dari jendela anak-anak keluarga Darling yang secara tiba-tiba berubah menjadi hutan misteri Peter Pan dan Lost Boys yang hidup di rumah pohon, di samping itu Simba, Pumbaa dan Timon membawa kita dalam suasana khas Afrika.

Suasana khas dari show ini dibantu dengan design panggung dari Robert Smith, baik yang di atas es atau di luar rink es. Contohnya untuk rumah Hawaii Lilo di atas es, sementara planet luar angkasa Stitch berada di atasnya, membuat suasana multidemensi show ini. Kapten Hook bersama dengan crewnya berlayar dengan kapal besarnya di atas, Di samping itu anak-anak Raja Triton keluar dari kerang-kerang besar yang cantik untuk kelas musiknya.

Perancang busana Arthur Boccia membuat rancangan yang khusus untuk show ini Karakter-karakter dalam pertunjukan ini menampilkan busana dari mulai baju tidur yang indah, rok rumput hula-hula sampai mantel bulu. Berlusin lusin kostum spot hitam putih Dalmatian sampai baju bersirip putra raja Triton.

Secara musikalitas, Disney On Ice menampilkan Mickey & Minnie Amazing Journey dikombinasikan dengan lagu-lagu Disney untuk Peter Pan dan The Little Mermaid juga lagu-lagu favorit Disney Lilo & Stitch dan lagu-lagu Lion King yang memenangkan Academy Award yang sangat familiar untuk seluruh keluarga

Penataan musik yang luar biasa ini memberikan inspirasi kepada Cindy Stuart sebagai Koregrapher untuk menggunakan gerakan-gerakan yang orisinil, seperti tarian para bajak laut, dan keunikan dalam sesi Pongo dan Perdita dari Dalmatian. Cindy Stuart juga tetap menyuguhkan trik-trik klasik yang menarik dari David dan Nani, Cruella De Vil dan Prince Eric dengan Ariel. Seluruh elemen-elemen ini menjadi satu dalam suatu kreasi produksi yang sangat inspiratif.

Maka bergabunglah dalam perjalanan Disney On Ice yang menampilkan Mickey & Minnie’s Amazing Journey dengan pertualangan yang sangat tak terlupakan dalam 5 buah cerita Disney untuk seluruh keluarga.

Informasi Tiket
Tanggal & Tempat Sabtu, 26 April
- Show I : 11:30
- Show II : 15:30
- Show III : 19:30
Minggu, 27 April
- Show I : 11:30
- Show II : 15:30
- Show III : 19:30
Selasa, 29 April
- Show I : 15:30
- Show II : 19:30
Rabu, 30 April
- Show I : 15:30
- Show II : 19:30
Kamis, 1 Mei (Harga Weekend)
- Show I : 11:30
- Show II : 15:30
- Show III : 19:30
Jumat, 2 Mei
- Show I : 15:30
- Show II : 19:30

Promoter ORIGINAL PRODUCTIONS
Harga Hari Kerja
Platinum = Rp. 450.000,-
Gold = Rp. 300.000,-
Silver = Rp. 200.000,-
Tribun = Rp. 100.000,-

Hari Sabtu & Minggu
Platinum = Rp. 600.000,-
Gold = Rp. 400.000,-
Silver = Rp. 250.000,-
Tribun = Rp. 150.000,-

(Untuk Kelas Platinum menggunakan nomor kursi)

Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : “Guru, saya sudah bosan
hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.
Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati”.

Sang Guru tersenyum : “Oh, kamu sakit”.

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.
Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : “Kamu
sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Hidup”. Ya, kamu alergi terhadap
kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.
Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan
norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di
tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita
mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan
membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga,
pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu
langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat
kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal,
kecewa dan menderita”.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin
sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin
hidup lebih lama lagi”, pria itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?”, tanya Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pria itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat
ini… Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh
sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau
akan mati dengan tenang”.

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia
datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang
satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.
Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan
senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang
disebut “obat” oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang
tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal
satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala
macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran
Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun
terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan
manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum
tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu”. Sekali
lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke
luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk
melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia
menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur
dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk
istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan
kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : “Sayang,
apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku
sayang”.

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.
Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?” Dan sikap mereka
pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah
siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala
sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan
menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup
menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di
beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya
sambil berkata : “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku
selalu merepotkan kamu”. Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : “Ayah,
maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku
kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi
sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana
dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru
langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : “Buang saja botol
itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian,
apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan
saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu,
keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah
bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan
merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah
jalan menuju ketenangan”.

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke
rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih
mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah
sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !